Content Placement
Promo hari ini 👉 Buruan sebar iklan massal murah ke 1.000 website, hanya 150 ribu! 👉 Posting iklan di website Iklan Lampung ini hanya Rp10.000 rupiah iklan tampil selamanya, hubungi Kami! 👉 Jangan sungkan untuk kerjasama lainnya, hubungi Kami juga!
thumbnail

Kosmetik Sebabkan Puber Cewek

Tag: Lifestyle
foto Cewek cantik, wanita indonesia,foto wanita
Kosmetik Sebabkan Puber Cewek

NEW YORK, Paparan zat kimia yang banyak terdapat dalam produk sehari-hari, seperti kosmetik, Ternyata diyakini bisa menyebabkan masa pubertas pada Cewek datang lebih dini atau terlambat dan berpotensi menganggu kesehatan jangka panjang.

Peringatan tersebut disampaikan sejumlah peneliti yang melakukan penelitian dengan melibatkan 1151 remaja putri atau Cewek berusia 6-8 tahun di New York City, Cincinnati dan California utara. Dalam tes urin mereka ditemukan tiga jenis zat kimia yang sering terdapat dalam produk kosmetik, yakni phenols, phthalates dan phytoestrogen.

Para peneliti menemukan bahwa zat-zat kimia tersebut banyak ditemukan pada beragam produk kosmetik, seperti cat kuku, kosemtik, parfum, lotion dan sampo. Beberapa jenis produk plastik juga menggunakan zat kimia itu.
Kosmetik Sebabkan Puber Cewek
Dalam kadar tinggi, phthalates dan phytoestrogen bisa menyebabkan Pubertas payudara berkembang lebih dini. Phthalates yang terdapat dalam produk sampo dan lotion disebut-sebut menyebabkan rambut kemaluan lebih cepat tumbuh. Sementara itu zat kimia lain yang terdapat dalam produk plastik atau bahan bangunan diduga menyebabkan pubertas remaja terlambat.

"Paparan bahan-bahan kimia tersebut memengaruhi perkembangan kelenjar susu pada remaja putri. Dalam jangka panjang, zat kimia ini mungkin memengaruhi terjadinya kanker payudara di usia dewasa," kata Mary Wolff, profesor dari Mount Sinai School of Medicine.

Wolff menjelaskan, sebelumnya sebuah penelitian menyebutkan masa pubertas yang terlalu dini berpengaruh pada kehidupan sosial dan kesehatan anak. "Bisa menyebabkan diabetes atau kanker," katanya. Kendati demikian, Wolff menjelaskan masih dibutuhkan penelitian lebih dalam mengenai tiga jenis bahan kimia ini.
(Kompas)
Sebar Iklan Massal Murah